Informasi Tentang Berita Sepakbola Indonesia Terkini

Striker Persija Dapat Kejutan dari Bintang Inter Milan dan Real Madrid

Striker Persija Jakarta asal Kroasia, Marko Simic, menemukan kejutan. Dua jersey Timnas Kroasia yang pernah digunakan pemain Inter Milan, Ivan Perisic, dan bintang Real Madrid, Luka Modric, menjadi miliknya sesudah dibawakan langsung oleh teman-temannya yang datang dari Kroasia.

Seperti dikutip dari website resmi Persija, Marko Simic kedatangan sejumlah teman dari negara asalnya di Jakarta. Seorang rekan Simic, Robi, datang dengan membawakan dua jersey Timnas Kroasia. Dua kostum itu yang digunakan Perisic dan Modric sebab ada lambang Piala Dunia 2018 di unsur lengan.

“Robi ialah teman baik saya, dan temannya adalahkitman di Timnas Kroasia. Jadi saya bersyukur dapat mendapatkan jersey mereka,” ujar Simic seperti dikutip situs sah Persija, Selasa (13/11/2018).

“Saya mengenal Modric saat sama-sama berlatih di Dinamo Zagreb,” ujar Marko Simic.

Sementara bareng Perisic, Simic memang masih kerap mengerjakan kontak. Bahkan saat Simic sukses memperlihatkan ketajaman bareng Persija di Piala Presiden 2018, Ivan Perisic hadir dalam kolom komentar Instagram Simic untuk menyerahkan selamat.

Berhasil menemukan jersey Kroasia kepunyaan Ivan Perisic, melewati akun Instagram miliknya, Striker Persija mengunggah jersey itu dan mengatakan, “Thank you Ivan Perisic.”

Piala AFF 2018 Layaknya Perang Baratayuda bikin Bima Sakti dan Timnas Indonesia

Dalam cerita Mahabharata Bima Sakti dicerminkan sebagai figur protagonis yang punya kekuatan luar biasa. Bima ialah sosok Pandawa Lima yang sangat ditakuti. Dengan tubuh besar dan kekar, Bima menjadi momok untuk musuh-musuhnya.

Kata Bhima dalam bahasa Sanskerta dengan kata lain kurang lebih ialah ‘hebat’, ‘dahsyat’, ‘mengerikan’. Nama beda Bima yakni Wrekodara, dalam alih aksara bahasa Sanskerta dieja vá¹›kodhara, dengan kata lain ialah “perut serigala”, dan merujuk ke kegemarannya makan. Nama julukan yang lain ialah Bhimasena yang berarti panglima perang.

Dalam kisah legendaris itu Bima adalahputra Kunti, dan dikenal sebagai figur Pandawa yang kuat, mempunyai sifat selalu kasar dan menakutkan untuk musuh, walaupun sebetulnya berhati lembut. Di antara Pandawa, dia sedang di urutan kedua dari lima bersaudara.

Saudara seayahnya merupakan Hanoman, wanara familiar dalam epos Ramayana. Mahabharata mengisahkan bahwa Bima gugur di pegunungan bareng keempat saudaranya sesudah Bharatayuddha berakhir.

Cerita tersebut diceritakan dalam jilid ke-18 Mahabharata yang berjudul Mahaprasthanikaparwa. Bima dikenal setia pada satu sikap, yakni tidak suka berbasa-basi, tak pernah bersikap mendua, serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.

Pendek kata: Bima Sakti sosok individu yang kuat.

Cerita di atas mencerminkan sosok Bima Sakti Tukiman, pelatih Timnas Indonesia yang bakal berlaga di Piala AFF 2018.

Saat menjadi pemain, Bima yang bermunculan di Balikpapan, 23 Januari 1976, dikenal sebagai sosok gelandang bertenaga kuda. Ia dikenal sebagai gelandang dengan tendangan geledek jarak jauh. Dengan tubuh relatif kekar, Bima susah ditaklukkan dalam duel satu lawan satu.

Berbekal bakat dan motivasi kerja keras, Bima mentas cepat di Timnas Indonesia. Ia di antara pemain yang ikut dalam program mercusuar Timnas Primavera yang digagas pengusaha tak waras bola, Nirwan Dermawan Bakrie, pada pertengahan 1990-an.

Pesepak bola-pesepak bola belia terbaik dari sekian banyak penjuru Tanah Air dikoleksi PSSI untuk lantas menjalani pelatnas jangka panjang di Italia di bawah binaan akademi klub Serie A, Sampdoria.

Di umur 17 tahun Bima Sakti beserta pemain-pemain muda potensial macam, Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, Sutiono, Hendriyanto Nugroho, Sugiantoro, Kurnia Sandy, Aples Techuari, berkelana ke Kota Genoa, Italia, pada tahun 1993.

Mereka ditempa oleh arsitek asal Swedia, Tord Grip di Akademi Sampdoria. Saat tersebut Sampdoria jadi kekuatan menakutkan di pentas Serie A, di bawah asuhan Sven Goran Eriksson.

Bima yang jadi jenderal lapangan tengah Timnas Primavera popularitasnya melesat cepat. Lewat bakatnya ia mencicipi persaingan Eropa. Ia dikontrak klub Swedia, Helsinborg IF. Gelandang empunya tendangan geledek tersebut melulu semusim bermain Helsinborg pada periode 1995-1996.

Di samping Bima, terdapat sosok Kurniawan Dwi Yulianto yang sempat berkiprah di klub Swiss, Luzern. Kurnia Sandy pun sempat dipinjam Sampdoria dalam lawatannya ke area Asia.

Bima menjalani debutnya ketika memperkuat Timnas Indonesia level senior pada 1995 di SEA Games Thailand. Sejak ketika itu, namanya tak terpisahkan dengan Tim Merah-Putih. Ia pun tercatat sebagai kapten kesebelasan pada kurun masa-masa 1999-2001. Sepanjang kariernya, Bima terdaftar membela Timnas Indonesia sejumlah 55 laga.

Tags: